Mengapa Editing Penting dalam Dunia Tulisan?
Dalam dunia penerbitan, baik buku, media online, majalah, jurnal, maupun konten lembaga, tulisan yang baik jarang lahir hanya dari satu kali proses menulis. Hampir selalu ada tahap membaca ulang, memperbaiki, merapikan, memeriksa fakta, menyesuaikan gaya bahasa, hingga memastikan naskah siap dibaca publik. Proses itulah yang disebut editing atau penyuntingan.
Banyak orang mengira editing hanya berarti membetulkan salah ketik. Padahal, pekerjaan editor jauh lebih luas. Seorang editor tidak hanya memperbaiki ejaan, tetapi juga membantu naskah menjadi lebih jelas, logis, enak dibaca, konsisten, akurat, dan sesuai dengan tujuan penerbitan.

Dalam buku Copyediting: Langkah Awal Menuju Kemahiran Menyunting Naskah, Bambang Trim menegaskan bahwa copyediting adalah keterampilan dasar yang semestinya dikuasai editor. Ia juga menyebut bahwa editor menjadi “mata ketiga” bagi penulis untuk melihat naskah dari berbagai sisi (Trim, 2020).
Karena itu, memahami pengertian editing tidak cukup hanya dari sisi bahasa. Editing harus dipahami sebagai proses profesional dalam industri tulisan.
Pengertian Editing
Secara sederhana, editing adalah proses memperbaiki, menyempurnakan, dan menyiapkan naskah agar layak diterbitkan atau dipublikasikan. Naskah di sini bisa berupa buku, artikel media online, berita, esai, laporan, jurnal, buletin, katalog, modul, konten website, sampai dokumen resmi lembaga.
Dalam konteks penerbitan, editing tidak boleh dipahami sebagai tindakan “mengubah sesuka hati”. Editor bekerja untuk memperjelas pesan penulis, bukan menggantikan suara penulis. Ia membantu naskah menemukan bentuk terbaiknya tanpa merusak maksud utama penulis.
The Chicago Manual of Style membedakan line editing dan copyediting. Line editing bekerja lebih rinci pada kalimat demi kalimat, sedangkan copyediting biasanya menjadi tahap editorial akhir sebelum naskah masuk produksi. Copyediting memeriksa kesalahan teknis, gaya, konsistensi internal, serta menyiapkan naskah untuk proses tata letak atau typesetting (University of Chicago Press, n.d.).
Jadi, dalam penerbitan, editing adalah proses pengendalian mutu naskah. Tujuannya bukan sekadar “naskah benar”, tetapi juga “naskah terbaca, tertib, akurat, dan sesuai pembaca sasaran”.
Pengertian Editor
Editor adalah orang yang melakukan proses editing. Dalam penerbitan buku, editor sering disebut editor buku atau penyunting naskah. Dalam media online, editor bisa berarti orang yang menyunting artikel sekaligus mengelola alur publikasi, rubrik, judul, sudut pandang, dan kepatuhan tulisan terhadap standar redaksi.
Namun, istilah editor dalam artikel ini dibatasi pada dunia tulisan, bukan editor video, audio, atau film.
Dalam praktiknya, editor adalah penghubung antara penulis, penerbit, dan pembaca. Penulis membawa gagasan. Penerbit membawa visi, standar, dan target pasar. Pembaca membutuhkan teks yang mudah dipahami, bermanfaat, dan dapat dipercaya. Editor bekerja di tengah tiga kepentingan itu.
Trim (2020) menyebut bahwa copyeditor melayani tiga konstituen: penulis atau pengarang, penerbit, dan pembaca. Karena itu, editor tidak boleh hanya berpihak pada selera pribadi. Ia harus memahami maksud penulis, kebutuhan penerbit, dan kenyamanan pembaca.
Dalam konteks profesional, editor juga perlu memiliki pengetahuan bahasa, logika tulisan, gaya selingkung, etika penerbitan, hak cipta, dan dasar-dasar produksi. Editor yang baik bukan hanya orang yang “jago bahasa”, tetapi juga orang yang mampu mengambil keputusan editorial secara bertanggung jawab.
Editing, Copyediting, dan Proofreading, Apa Bedanya?
Tiga istilah ini sering tertukar: editing, copyediting, dan proofreading.
Editing adalah istilah payung. Di dalamnya bisa ada penyuntingan substansi, penyuntingan struktur, penyuntingan gaya, copyediting, hingga proofreading.
Copyediting adalah penyuntingan naskah yang berfokus pada ketepatan bahasa, konsistensi, kejelasan, gaya, fakta, dan kesiapan naskah sebelum masuk produksi. Editors Canada mendefinisikan copy editing sebagai peninjauan materi untuk memastikan tata bahasa, tanda baca, ejaan, dan penggunaan bahasa benar serta konsisten. Copyediting juga sering mencakup pemeriksaan kelengkapan dan akurasi elemen konten (Editors Canada, 2024a).
Proofreading adalah pemeriksaan tahap akhir setelah naskah ditata atau hampir siap terbit. Pada tahap ini, penyunting tidak lagi melakukan perombakan besar, tetapi memeriksa salah ketik, kesalahan format, nomor halaman, judul berjalan, daftar isi, caption, tautan, dan elemen produksi lain. Editors Canada menegaskan bahwa proofreader sebaiknya tidak mengambil alih tugas structural editing, stylistic editing, atau copyediting kecuali diberi wewenang (Editors Canada, 2024b).
Dengan kata lain, editing memperbaiki naskah secara umum; copyediting merapikan naskah secara bahasa, gaya, dan konsistensi; proofreading memeriksa bukti akhir sebelum publikasi.
Jenis-Jenis Editing dalam Penerbitan
Dalam dunia penerbitan, editing sendiri dapat dibagi jadi beberapa jenis. Istilahnya mugnkin bisa berbeda antar penerbit, tetapi umumnya mencakup beberapa kategori seperti berikut.
1. Developmental Editing atau Penyuntingan Pengembangan
Developmental editing adalah penyuntingan pada tahap awal. Fokusnya bukan pada koma, titik, atau salah ketik, melainkan pada konsep besar naskah. Untuk buku nonfiksi, editor memeriksa apakah ide utama jelas, struktur bab logis, argumen kuat, data cukup, dan pembaca sasaran tepat.
Untuk fiksi, developmental editor melihat alur, karakter, konflik, latar, dialog, sudut pandang, dan konsistensi cerita. Untuk artikel panjang atau konten pilar website, editor melihat apakah topik sudah menjawab kebutuhan pembaca dan apakah struktur heading membantu pembaca memahami isi.
Editors Canada menyebutkan bahwa structural editing ini sebagai proses menilai & membentuk organisasi serta isi materi agar dapat disesuaikan dengan audiens, medium, dan tujuannya. Dalam tahap ini, editor dapat menyarankan perubahan urutan, pengurangan, penambahan, atau perombakan struktur naskah (Editors Canada, 2024c).
2. Substantive Editing atau Structural Editing
Substantive editing sering beririsan dengan developmental editing. Fokusnya pada substansi isi. Editor memperhatikan apakah naskah terlalu melebar, terlalu dangkal, tidak seimbang, atau kurang fokus.
Misalnya, dalam buku motivasi, editor dapat menyarankan agar contoh kasus ditambah. Dalam buku sejarah, editor dapat meminta kronologi diperjelas. Dalam artikel media online, editor dapat memindahkan paragraf penting ke bagian awal agar pembaca cepat menangkap isu utama.
Jenis editing ini membutuhkan kemampuan berpikir kritis. Editor tidak hanya membaca kalimat, tetapi membaca bangunan gagasan.
3. Line Editing atau Penyuntingan Baris
Line editing bekerja pada tingkat paragraf dan kalimat. Fokusnya pada irama, kejelasan, transisi, pilihan kata, dan kekuatan gaya bahasa. Editor bertanya: apakah kalimat ini terlalu panjang? Apakah paragraf ini berputar-putar? Apakah kata ini terlalu teknis? Apakah pembaca awam akan mengerti?
Line editing penting dalam buku populer, artikel opini, esai, landing page, dan tulisan edukatif. Di sini, editor membantu tulisan menjadi lebih hidup tanpa menghilangkan suara penulis.
4. Copyediting
Copyediting adalah jenis editing yang paling dekat dengan pekerjaan harian banyak editor buku dan editor media. Dalam sumber yang Anda lampirkan, Trim (2020) menjelaskan bahwa tugas copyeditor meliputi keterbacaan dan kejelahan, konsistensi, kebenaran tata bahasa, kejelasan gaya bahasa, ketelitian data dan fakta, kelegalan dan kesopanan, serta ketepatan perincian produksi.
Copyediting memastikan naskah tidak hanya enak dibaca, tetapi juga tertib. Misalnya, jika penerbit memilih istilah “Al-Qur’an”, editor memastikan bentuk itu konsisten, bukan berubah-ubah menjadi “Alquran”, “al-Qur’an”, atau “Al Quran” dalam satu buku.
Copyediting juga memeriksa daftar pustaka, catatan kaki, penomoran tabel, penggunaan huruf kapital, singkatan, transliterasi, kutipan, dan gaya selingkung.
5. Mechanical Editing
Mechanical editing adalah bagian dari copyediting yang berhubungan dengan hal-hal mekanis: ejaan, tanda baca, kapitalisasi, angka, singkatan, format kutipan, daftar pustaka, dan gaya selingkung.
Trim (2020) menyebut mechanical editing sebagai bagian penting dari copyediting karena memastikan naskah mengikuti editorial style atau house style penerbit. Ia memberi contoh bahwa penyajian daftar pustaka, catatan kaki, penulisan angka, kapitalisasi, dan tanda baca perlu dibuat konsisten.
Dalam konteks Indonesia, editor perlu merujuk pada Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan edisi kelima atau EYD V. Badan Bahasa menjelaskan bahwa EYD V merupakan pemutakhiran dari PUEBI dan memuat penambahan serta perubahan kaidah sesuai perkembangan bahasa Indonesia (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, 2022).
6. Proofreading
Proofreading adalah pemeriksaan akhir sebelum buku dicetak atau artikel dipublikasikan. Proofreader memeriksa typo, spasi ganda, baris yatim-piatu, nomor halaman, heading, daftar isi, hyperlink, caption, dan kesalahan kecil yang masih tersisa.
Dalam media online, proofreading juga mencakup pemeriksaan tautan, meta title, meta description, slug, tag, kategori, dan tampilan akhir di CMS.
Proofreading tidak ideal digunakan untuk memperbaiki struktur besar. Jika pada tahap proofreading naskah masih kacau secara substansi, berarti proses editing sebelumnya belum berjalan baik.
Jenis Editor dalam Penerbitan dan Media
Selain jenis editing, ada juga jenis editor berdasarkan fungsi kerja.
1. Editor Akuisisi

Editor akuisisi bertugas mencari, menilai, dan memilih naskah yang layak diterbitkan. Di penerbit buku, editor akuisisi membaca proposal, melihat potensi pasar, menilai kredibilitas penulis, dan menentukan apakah naskah sesuai dengan lini penerbit.
Dalam media online, fungsi ini mirip dengan editor yang menentukan tema liputan, memilih penulis, atau menyusun kalender editorial.
2. Editor Substansi
Editor substansi fokus pada isi. Ia memeriksa kekuatan gagasan, struktur, akurasi, kedalaman pembahasan, dan kesesuaian naskah dengan pembaca sasaran.
Untuk buku akademik populer, editor substansi memastikan konsep ilmiah tidak keliru, tetapi tetap mudah dipahami. Untuk artikel website, editor substansi memastikan tulisan menjawab user intent, bukan sekadar panjang.
3. Copyeditor
Copyeditor adalah editor yang bertugas merapikan bahasa, konsistensi, gaya, data, fakta, dan unsur teknis naskah. Dalam penerbitan buku Indonesia, istilah copyeditor sering disederhanakan menjadi editor saja.
Wesleyan University Press menjelaskan bahwa copyeditor menggunakan pedoman gaya, kamus, dan rujukan khusus untuk memeriksa naskah. Copyeditor juga memeriksa kelengkapan bagian naskah, konsistensi judul, caption, tabel, daftar isi, izin kutipan, dan kemungkinan ketidakkonsistenan fakta (Wesleyan University Press, n.d.).
4. Proofreader
Proofreader bertugas membaca bukti akhir. Dalam penerbitan buku, proofreader bekerja setelah tata letak. Dalam media online, proofreader bekerja sebelum artikel ditayangkan atau ketika artikel diperbarui.
5. Managing Editor atau Redaktur Pelaksana
Dalam media, managing editor mengelola alur kerja redaksi. Ia memastikan tulisan masuk sesuai jadwal, editor bekerja sesuai peran, penulis mendapat arahan, dan publikasi berjalan tepat waktu.
6. Editor Bahasa
Editor bahasa fokus pada aspek kebahasaan: ejaan, diksi, struktur kalimat, tata bahasa, dan keterbacaan. Di Indonesia, peran ini sangat penting karena banyak naskah memiliki gagasan bagus, tetapi penyampaiannya belum tertib.
Tugas Editor Buku

Tugas editor buku lebih luas daripada sekadar membetulkan bahasa. Editor buku harus memahami proses penerbitan dari naskah mentah sampai buku jadi. Secara umum, tugasnya meliputi:
Pertama, menilai kelayakan naskah. Editor melihat apakah naskah sesuai dengan visi penerbit, kebutuhan pembaca, dan standar isi.
Kedua, memberi masukan kepada penulis. Masukan bisa berupa perbaikan struktur, penambahan data, pengurangan bagian berulang, atau penajaman gaya bahasa.
Ketiga, menyunting isi dan bahasa. Editor memperbaiki kalimat rancu, paragraf bertele-tele, istilah yang tidak konsisten, dan bagian yang sulit dipahami.
Keempat, memeriksa data dan fakta. Editor perlu mengecek nama tokoh, tanggal, kutipan, istilah, angka, rujukan, dan informasi penting lain.
Kelima, menjaga gaya selingkung. Setiap penerbit biasanya memiliki aturan internal tentang ejaan, transliterasi, catatan kaki, daftar pustaka, penulisan istilah asing, dan format judul.
Keenam, berkomunikasi dengan penulis. Editor tidak boleh hanya “menghakimi” naskah. Ia perlu menjelaskan alasan perubahan agar penulis memahami arah penyuntingan.
Ketujuh, bekerja sama dengan desainer, layouter, proofreader, dan bagian produksi. Buku bukan hanya teks, tetapi juga produk visual dan fisik.
Tugas Editor Media Online
Editor media online memiliki tantangan tambahan karena bekerja dengan kecepatan, trafik, SEO, dan pembaruan informasi. Selain menyunting bahasa, editor media online biasanya bertugas memilih angle, memperbaiki judul, memeriksa akurasi, menyesuaikan struktur heading, memastikan tautan relevan, dan menjaga agar tulisan sesuai standar redaksi.
Untuk artikel SEO, editor juga perlu memastikan keyword digunakan secara natural. Keyword tidak boleh dijejalkan. Artikel yang baik tetap mengutamakan pembaca, bukan hanya mesin pencari.
Editor media online juga harus peka terhadap etika. Ia perlu menghindari judul menyesatkan, klaim tanpa sumber, plagiarisme, fitnah, dan konten yang berpotensi merugikan pembaca.
Keterampilan yang Harus Dimiliki Editor
Editor yang baik membutuhkan gabungan keterampilan teknis dan sikap profesional.
Ia harus menguasai bahasa, tetapi juga memahami logika tulisan. Ia perlu teliti, tetapi tidak kaku. Ia harus mampu memperbaiki naskah, tetapi tetap menghargai suara penulis.
CIEP mengingatkan bahwa banyak orang dapat menemukan typo, tetapi tidak semua orang mampu bekerja secara hati-hati dan terampil untuk membantu tulisan menjadi lebih baik. CIEP juga menekankan pentingnya pelatihan, pengalaman, dan kredensial profesional dalam memilih editor atau proofreader (Chartered Institute of Editing and Proofreading, n.d.).
Dalam konteks Indonesia, editor juga perlu memahami EYD V, KBBI, tata bahasa, gaya selingkung penerbit, dasar hak cipta, etika publikasi, dan kebutuhan pembaca digital.
Pengertian editing dalam dunia penerbitan adalah proses memperbaiki, menyempurnakan, dan menyiapkan naskah agar layak dipublikasikan. Editing bukan sekadar membetulkan salah ketik, tetapi mencakup perbaikan struktur, isi, gaya, bahasa, konsistensi, fakta, legalitas, dan kesiapan produksi.
Editor adalah orang yang menjalankan proses itu. Dalam penerbitan buku, editor buku bertugas menjaga kualitas naskah dari tahap awal hingga siap terbit. Dalam media online, editor memastikan artikel jelas, akurat, menarik, sesuai standar redaksi, dan mudah ditemukan pembaca.
Jenis editing meliputi developmental editing, structural editing, substantive editing, line editing, copyediting, mechanical editing, dan proofreading. Setiap jenis memiliki fungsi berbeda, tetapi semuanya memiliki tujuan yang sama: membuat tulisan lebih baik dan lebih bertanggung jawab.
Jika Anda ingin menjadi penulis, penerbit, atau pengelola media yang serius, pahamilah editing sebagai bagian penting dari kualitas publikasi. Tulisan yang baik bukan hanya ditulis dengan baik, tetapi juga disunting dengan cermat.
Referensi
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2022). Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan edisi kelima. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. https://ejaan.kemendikdasmen.go.id/eyd/
- Chartered Institute of Editing and Proofreading. (n.d.). Proofreading or editing? Retrieved May 17, 2026, from https://www.ciep.uk/static/56eb27cf-7809-44df-beda386353239366/CIEP-Proofreading-or-Editing-free-ebook.pdf
- Editors Canada. (2024a). Professional editorial standards: Standards for copy editing. https://editors.ca/publications/professional-editorial-standards/copy-editing/
- Editors Canada. (2024b). Professional editorial standards 2024. https://editors.ca/wp-content/uploads/2024/05/EditorsCanada_ProfessionalEditorialStandards_2024.pdf
- Editors Canada. (2024c). Professional editorial standards: Standards for structural editing. https://editors.ca/publications/professional-editorial-standards/structural-editing/
- Trim, B. (2020). Copyediting: Langkah awal menuju kemahiran menyunting naskah.
- University of Chicago Press. (n.d.). Manuscript preparation, copyediting, and proofreading. The Chicago Manual of Style Online. Retrieved May 17, 2026, from https://www.chicagomanualofstyle.org/qanda/data/faq/topics/ManuscriptPreparation/faq0218.html
- Wesleyan University Press. (n.d.). Author’s guide to copyediting. Retrieved May 17, 2026, from https://www.weslpress.org/authors-guide-to-copyediting/





