Pengertian Terjemah, Memahami Proses Pengalihan Makna Antarbahasa
Dalam era globalisasi, aktivitas penerjemahan menjadi semakin penting. Buku, jurnal ilmiah, dokumen hukum, kontrak bisnis, hingga karya sastra membutuhkan proses penerjemahan agar dapat dipahami oleh masyarakat yang menggunakan bahasa berbeda. Oleh karena itu, memahami pengertian terjemah menjadi langkah awal untuk memahami dunia penerjemahan secara lebih mendalam.
Meskipun sering dianggap sekadar mengubah kata dari satu bahasa ke bahasa lain, terjemah sebenarnya merupakan proses yang jauh lebih kompleks. Seorang penerjemah tidak hanya memindahkan kata, tetapi juga harus menjaga makna, konteks, budaya, dan tujuan komunikasi dari teks asli.

Dalam tulisan ini kita akan membahas pengertian terjemah menurut para ahli, jenis-jenisnya, serta cara menjadi penerjemah tersumpah yang banyak diminati saat ini.
Apa Itu Terjemah?
Secara umum, terjemah adalah proses mengalihkan pesan dari bahasa sumber (source language) ke bahasa sasaran (target language) dengan tetap mempertahankan makna yang terkandung di dalamnya.
Menurut Newmark (1988), penerjemahan merupakan usaha untuk menyampaikan makna sebuah teks ke dalam bahasa lain sesuai dengan maksud penulis teks asli.
Definisi tersebut menunjukkan bahwa fokus utama penerjemahan bukanlah kata demi kata, melainkan penyampaian makna secara akurat dan dapat dipahami oleh pembaca bahasa sasaran.
Pengertian Terjemah Menurut Az-Zarqani
Dalam kajian Ulumul Qur’an, istilah terjemah memiliki pembahasan yang cukup mendalam. Muhammad Abdul Azim Az-Zarqani dalam kitab Manahil al-‘Irfan fi ‘Ulum al-Qur’an menjelaskan bahwa istilah tarjamah memiliki beberapa makna.
Az-Zarqani menyebutkan bahwa terjemah dapat dipahami sebagai:
- Menjelaskan suatu pembicaraan kepada orang yang belum memahaminya.
- Menafsirkan suatu ungkapan menggunakan bahasa yang sama.
- Menafsirkan suatu ungkapan menggunakan bahasa lain.
- Mengalihkan suatu pembicaraan dari satu bahasa ke bahasa lain (Al-Zarqani, sebagaimana dikutip dalam Istianah, 2020).
Dari penjelasan tersebut, terlihat bahwa konsep terjemah menurut Az-Zarqani tidak hanya terbatas pada pengalihan bahasa, tetapi juga mencakup aktivitas penjelasan dan penafsiran makna. Pandangan ini sangat penting, terutama dalam penerjemahan teks-teks keagamaan yang membutuhkan ketelitian tinggi agar pesan yang disampaikan tidak mengalami penyimpangan makna.
Mengapa Terjemah Sangat Penting?
Terjemah memiliki peran besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban manusia.
Sepanjang sejarah, berbagai karya filsafat Yunani, ilmu kedokteran, matematika, dan astronomi dapat dipelajari oleh dunia Islam melalui gerakan penerjemahan besar-besaran pada masa Abbasiyah. Sebaliknya, karya-karya ilmuwan Muslim kemudian diterjemahkan ke bahasa Latin dan berkontribusi terhadap kebangkitan ilmu pengetahuan di Eropa.
Baca juga: Peran Besar & Tugas Penerjemah di Era Abbasiyah
Dalam konteks modern, penerjemahan berfungsi untuk:
- Mempermudah komunikasi antarbangsa.
- Menyebarluaskan ilmu pengetahuan.
- Mendukung kerja sama internasional.
- Memfasilitasi pertukaran budaya.
- Membantu penyebaran dakwah dan literatur keislaman.
Karena itulah profesi penerjemah terus dibutuhkan di berbagai bidang.
Jenis-Jenis Terjemah yang Perlu Diketahui
Salah satu pembahasan penting dalam studi penerjemahan adalah memahami berbagai jenis terjemah. Setiap jenis memiliki tujuan dan pendekatan yang berbeda.
1. Terjemah Harfiah (Literal Translation)
Terjemah harfiah dilakukan dengan menerjemahkan teks berdasarkan susunan kata atau struktur bahasa sumber secara langsung.
Contoh:
Bahasa Inggris:
I love reading books.
Terjemah harfiah:
“Saya cinta membaca buku.”
Meskipun secara sekilas dapat dipahami, hasil terjemah harfiah ini sering terasa kurang alami di dalam bahasa Indonesia.
2. Terjemah Maknawi (Semantic Translation)
Terjemah maknawi lebih mengutamakan penyampaian pesan dibanding mempertahankan struktur kalimat asli.
Contoh:
I love reading books.
Menjadi:
“Saya senang membaca buku.”
Jenis ini banyak digunakan dalam penerjemahan artikel, buku, dan karya ilmiah.
3. Terjemah Bebas (Free Translation)
Penerjemah diberi kebebasan untuk menyampaikan pesan utama tanpa harus mengikuti struktur asli secara ketat.
Biasanya digunakan dalam:
- Adaptasi karya sastra
- Artikel populer
- Konten pemasaran
Namun, penerjemah harus berhati-hati agar makna inti tidak berubah.
4. Terjemah Komunikatif (Communicative Translation)
Tujuan utama terjemah komunikatif adalah menghasilkan teks yang mudah dipahami oleh pembaca bahasa sasaran.
Pendekatan ini banyak digunakan dalam:
- Buku pelajaran
- Panduan penggunaan
- Materi edukasi
- Artikel website
5. Terjemah Teknis
Terjemah teknis digunakan pada dokumen yang memiliki istilah khusus, seperti:
- Teknik
- Kedokteran
- Hukum
- Teknologi informasi
Penerjemah harus memahami terminologi bidang terkait agar hasil terjemahan tetap akurat.
Baca juga: Para Penerjemah Jepang yang Hebat di Era Restorasi Meiji
6. Terjemah Sastra

Terjemah sastra mencakup:
- Novel
- Cerpen
- Puisi
- Drama
Jenis ini termasuk yang paling menantang karena penerjemah harus mempertahankan gaya bahasa, nuansa budaya, dan unsur estetika dari karya asli.
Tantangan dalam Proses Penerjemahan
Penerjemahan bukan sekadar mengganti kata. Ada berbagai tantangan yang harus dihadapi penerjemah, antara lain:
Perbedaan Budaya
Suatu ungkapan dalam bahasa sumber belum tentu memiliki padanan yang sama dalam bahasa sasaran.
Istilah Teknis
Bidang tertentu memiliki kosakata khusus yang membutuhkan pemahaman mendalam.
Ambiguitas Makna
Satu kata dapat memiliki banyak arti tergantung konteks penggunaannya.
Gaya Bahasa
Penerjemah harus mampu mempertahankan karakter teks asli tanpa mengorbankan keterbacaan.
Menurut Hanafi (2011), penerjemahan sering berada di antara dua tuntutan yang sama pentingnya, yaitu menjaga keakuratan makna dan menghasilkan bahasa yang indah serta mudah dipahami pembaca.
Cara Menjadi Penerjemah Tersumpah
Selain menjadi penerjemah umum, banyak orang tertarik untuk mengetahui cara menjadi penerjemah tersumpah karena profesi ini memiliki prospek yang cukup baik.
Penerjemah tersumpah adalah penerjemah yang memiliki kewenangan untuk menerjemahkan dokumen resmi dan memberikan legalisasi terhadap hasil terjemahannya.
Dokumen yang biasanya memerlukan penerjemah tersumpah antara lain:
- Akta kelahiran
- Ijazah
- Transkrip nilai
- Akta nikah
- Kontrak hukum
- Dokumen perusahaan
- Dokumen imigrasi
1. Menguasai Bahasa Asing Secara Mendalam
Langkah pertama tentu memiliki kemampuan bahasa asing yang kuat, baik secara lisan maupun tulisan.
Bahasa yang paling banyak dibutuhkan saat ini antara lain:
- Inggris
- Arab
- Mandarin
- Jepang
- Korea
- Jerman
Baca juga: Eropa Bangkit (Renaisans) Karena Jasa Penerjemah
2. Memahami Teknik Penerjemahan
Kemampuan bahasa saja tidak cukup.
Calon penerjemah perlu mempelajari:
- Teori penerjemahan
- Analisis makna
- Linguistik
- Editing terjemahan
- Terminologi khusus
3. Mengikuti Pelatihan Profesional
Saat ini banyak lembaga yang menyediakan pelatihan penerjemahan profesional, baik secara daring maupun luring.
Pelatihan tersebut membantu meningkatkan keterampilan praktik dan memahami standar industri penerjemahan.
4. Mengikuti Ujian Kualifikasi
Untuk menjadi penerjemah tersumpah di Indonesia, seseorang perlu memenuhi ketentuan yang berlaku dan lulus mekanisme sertifikasi atau pengujian yang ditetapkan oleh lembaga berwenang sesuai regulasi yang berlaku pada saat pendaftaran.
Karena regulasi dapat berubah dari waktu ke waktu, calon penerjemah sebaiknya selalu memeriksa informasi terbaru dari instansi resmi terkait.
5. Membangun Portofolio
Portofolio sangat penting untuk menunjukkan kemampuan profesional.
Beberapa cara membangun portofolio:
- Menerjemahkan artikel ilmiah
- Menerjemahkan buku
- Menjadi penerjemah freelance
- Bergabung dengan komunitas penerjemah
Prospek Karier Penerjemah di Era Digital
Perkembangan teknologi tidak menghilangkan kebutuhan terhadap penerjemah manusia.
Mesin penerjemah seperti Google Translate atau teknologi berbasis AI memang semakin canggih, tetapi masih memiliki keterbatasan dalam memahami konteks, budaya, dan nuansa bahasa.

Karena itu, penerjemah profesional tetap dibutuhkan dalam bidang:
- Hukum
- Akademik
- Penerbitan
- Bisnis internasional
- Industri kreatif
- Keagamaan
Bahkan saat ini banyak penerjemah yang bekerja secara remote dan melayani klien dari berbagai negara.
Pengertian terjemah tidak hanya sekadar memindahkan kata dari satu bahasa ke bahasa lain. Terjemah merupakan proses pengalihan makna yang memerlukan pemahaman bahasa, budaya, konteks, dan tujuan komunikasi.
Menurut Az-Zarqani, terjemah memiliki beberapa makna, mulai dari menjelaskan suatu ungkapan hingga mengalihkan pesan ke bahasa lain. Pandangan ini menunjukkan bahwa penerjemahan memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar aktivitas linguistik.
Memahami jenis-jenis terjemah juga penting karena setiap teks membutuhkan pendekatan yang berbeda. Selain itu, profesi penerjemah, termasuk penerjemah tersumpah, masih memiliki prospek yang menjanjikan di tengah perkembangan teknologi digital.
Jika Anda ingin menjadi penerjemah profesional, mulailah dengan memperkuat kemampuan bahasa, mempelajari teori penerjemahan, serta membangun portofolio sejak dini. Dunia penerjemahan menawarkan peluang karier yang luas sekaligus kontribusi besar dalam penyebaran ilmu pengetahuan.
Daftar Referensi
Azhar, R. S., & Sanah, S. (2025). Comparative analysis of the concepts of translation, tafsir, and ta’wil according to Abdul Azim Al-Zarqani and Manna’ Khalil Al-Qattan. Hamalatul Qur’an: Jurnal Ilmu Ilmu Alqur’an, 6(1), 96–106. https://doi.org/10.37985/hq.v6i1.408
Hanafi, M. M. (2011). Problematika terjemahan Al-Qur’an: Studi pada beberapa penerbitan Al-Qur’an dan kasus kontemporer. Jurnal Suhuf, 4(2), 169–195. https://jurnalsuhuf.kemenag.go.id/index.php/suhuf/article/view/53
Istianah, I. (2020). Kajian terjemah Al-Qur’an dalam perspektif Ulumul Qur’an. At-Taisir: Journal of Indonesian Tafsir Studies. https://jurnal.idaqu.ac.id/index.php/at-taisir/article/view/77
Newmark, P. (1988). A textbook of translation. Prentice Hall. https://archive.org/details/textbookoftransl0000newm
Lukman, F. (2016). Studi kritis atas teori tarjamah Al-Qur’an dalam perspektif Ulumul Qur’an. Al-A’raf: Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat, 13(1). https://ejournal.uinsaid.ac.id/index.php/al-araf/article/view/262
Baihaki, E. S. (2017). Penerjemahan Al-Qur’an: Proses dan dinamika historisnya di Indonesia. Jurnal Ushuluddin, 25(1). https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/ushuludin/article/view/2339





