Idul Adha Bukan Sekadar Hari Raya Kurban
Idul Adha adalah salah satu hari raya terbesar dalam Islam. Ia jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah dan dilanjutkan dengan hari-hari tasyrik, yaitu 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, yang juga menjadi waktu pelaksanaan ibadah kurban (BAZNAS, 2026).

Namun, Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban. Di dalamnya ada sholat Id, takbir, mandi sunnah, khutbah, silaturahim, kepedulian sosial, dan pelajaran besar tentang keikhlasan Nabi Ibrahim serta Nabi Ismail. NU Online menekankan bahwa salah satu pelajaran penting Idul Adha adalah menelusuri keteladanan Nabi Ibrahim sebagai sosok yang teguh dalam iman dan total dalam kepasrahan kepada Allah (NU Online, 2025a).
Karena itu, artikel ini disusun secara praktis. Fokus utamanya adalah niat sholat Idul Adha, tata cara sholat Idul Adha, dan niat mandi Idul Adha, dengan penjelasan yang mudah dipahami.
Makna Idul Adha – Ibadah, Ketakwaan, dan Kepedulian
Idul Adha sering disebut Hari Raya Kurban karena pada hari ini umat Islam yang mampu dianjurkan menyembelih hewan kurban. Akan tetapi, inti kurban bukan pada daging atau darahnya, melainkan ketakwaan. NU Online, ketika menafsirkan QS. Al-Hajj ayat 37, menjelaskan bahwa daging dan darah hewan kurban tidak sampai kepada Allah; yang sampai adalah ketakwaan orang yang berkurban (NU Online, 2024).
Dengan bahasa sederhana, kurban adalah latihan melepaskan sesuatu yang kita cintai demi ketaatan kepada Allah. Hewan kurban memang disembelih secara lahiriah, tetapi yang sebenarnya sedang “disembelih” dalam diri manusia adalah ego, keserakahan, rasa memiliki yang berlebihan, dan ketidakpedulian terhadap sesama.
Lihat juga: Kisah Abdullah bin Abdul Muthalib Saat Akan Dikurbankan Ayahnya
Maka, Idul Adha seharusnya tidak berhenti pada seremoni. Ia perlu membekas dalam kehidupan: membuat kita lebih ikhlas, lebih peduli, lebih disiplin dalam ibadah, dan lebih ringan berbagi.
Hukum dan Waktu Sholat Idul Adha
Sholat Idul Adha adalah sholat sunnah dua rakaat yang sangat dianjurkan. MUI menjelaskan bahwa sholat Idul Adha dapat dilaksanakan sejak setelah matahari terbit sampai sebelum waktu Zuhur, dan lebih utama dilakukan sekitar 16 menit setelah matahari terbit (Majelis Ulama Indonesia [MUI], n.d.).
NU Online juga menjelaskan bahwa sholat Idul Adha dianjurkan dilaksanakan pada awal waktu setelah matahari terbit. Tujuannya agar masyarakat memiliki waktu lebih luas untuk melaksanakan penyembelihan kurban setelah sholat Idul Adha (NU Online, 2025b).
Sholat Idul Adha umumnya dilaksanakan berjamaah di masjid, mushala, atau lapangan. Namun, bila seseorang terlambat, berhalangan, atau tidak memungkinkan mengikuti jamaah, sholat Idul Adha tetap boleh dilakukan sendiri di rumah (NU Online, 2025b; MUI, n.d.).
Niat Sholat Idul Adha
Dalam sholat, niat yang utama adalah di dalam hati. Melafalkan niat sebelum takbiratul ihram dipahami sebagai sunnah untuk membantu memantapkan niat di hati (MUI, n.d.).
Berikut lafazh niat sholat Idul Adha yang bisa dibaca.
1. Niat Sholat Idul Adha Sendiri
Arab:
أُصَلِّيْ سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Ushallī sunnatan li ‘īdil adlhā rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat karena Allah ta‘ala.”
2. Niat Sholat Idul Adha sebagai Makmum
Arab:
أُصَلِّيْ سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Ushallī sunnatan li ‘īdil adlhā rak‘ataini ma’mūman lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah ta‘ala.”
3. Niat Sholat Idul Adha sebagai Imam
Arab:
أُصَلِّيْ سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Ushallī sunnatan li ‘īdil adlhā rak‘ataini imāman lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah ta‘ala.”
NU Online mencantumkan lafazh niat sholat Idul Adha dengan tambahan “makmūman” bila menjadi makmum dan “imāman” bila menjadi imam (NU Online, 2025b). MUI juga menampilkan lafazh niat untuk imam dan makmum dalam panduan tata cara sholat Idul Adha (MUI, n.d.).
Tata Cara Sholat Idul Adha
Secara umum, sholat Idul Adha terdiri dari dua rakaat. Perbedaannya dengan sholat sunnah biasa ada pada tambahan takbir: tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua (NU Online, 2025b; BAZNAS, 2026a).
Berikut tata cara sholat Idul Adha secara praktis.
Rakaat Pertama

Pertama, niat di dalam hati, lalu takbiratul ihram seperti sholat biasa. Setelah itu membaca doa iftitah.
Kedua, melakukan takbir tambahan sebanyak tujuh kali. Takbir ini tidak termasuk takbiratul ihram. Di sela-sela takbir, dianjurkan membaca dzikir.
Bacaan yang bisa dibaca di antara takbir adalah:
Arab:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Latin:
Subḥānallāhi wal-ḥamdu lillāhi wa lā ilāha illallāhu wallāhu akbar.
Artinya:
“Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar.”
NU Online juga menyebut bacaan lain yang dapat dibaca di antara takbir, di antaranya lafazh “Allāhu akbaru kabīrā…” (NU Online, 2025b).
Ketiga, membaca surat Al-Fatihah. Setelah itu, dianjurkan membaca surat Al-A‘lā. Kemudian ruku, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, lalu berdiri ke rakaat kedua seperti sholat biasa (NU Online, 2025b).
Rakaat Kedua
Pada rakaat kedua, setelah berdiri, melakukan takbir tambahan sebanyak lima kali. Di sela-sela takbir, membaca dzikir seperti pada rakaat pertama.
Setelah itu membaca surat Al-Fatihah. Kemudian dianjurkan membaca surat Al-Ghāsyiyah. Selanjutnya ruku, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, tasyahud akhir, lalu salam (NU Online, 2025b; BAZNAS, 2026a).
Setelah sholat selesai, jamaah dianjurkan tetap duduk dan mendengarkan khutbah Idul Adha sampai selesai. Khutbah Idul Adha dilakukan setelah sholat, berbeda dengan khutbah Jumat yang dilakukan sebelum sholat Jumat (BAZNAS, 2026a).
Apakah Sholat Idul Adha Memakai Azan dan Iqamah?
Sholat Idul Adha tidak didahului azan dan iqamah. Kemenag Anambas menjelaskan bahwa sholat Id dimulai dengan seruan “ash-shalāta jāmi‘ah” dan tanpa azan maupun iqamah (Kementerian Agama Kepulauan Riau, 2021).
Secara praktis, jamaah cukup datang lebih awal, memperbanyak takbir, duduk tertib, lalu mengikuti imam ketika sholat dimulai.
Niat Mandi Idul Adha
Sebelum berangkat sholat Idul Adha, umat Islam dianjurkan mandi sunnah. NU Online menjelaskan bahwa mandi Idul Adha bukan sekadar mandi biasa, melainkan mandi sunnah yang disertai niat khusus untuk membedakannya dari mandi harian (NU Online, 2023).
Berikut niat mandi Idul Adha.
Arab:
نَوَيْتُ سُنَّةَ الْغُسْلِ لِعِيْدِ الْأَضْحَى
Latin:
Nawaitu sunnatal ghusli li ‘īdil adlhā.
Artinya:
“Saya niat sunnah mandi Idul Adha.”
NU Online menjelaskan bahwa waktu mandi sunnah Idul Adha dimulai sejak tengah malam pada tanggal 10 Dzulhijjah, tetapi yang utama dilakukan setelah masuk waktu Subuh (NU Online, 2023).
Tata Cara Mandi Idul Adha
Tata cara mandi Idul Adha pada dasarnya sama seperti mandi besar, hanya niatnya berbeda. Agar praktis, berikut urutannya:
Pertama, membaca niat mandi Idul Adha di dalam hati. Boleh dilafalkan untuk membantu menghadirkan niat.
Kedua, membasuh kedua telapak tangan.
Ketiga, membersihkan bagian tubuh yang perlu dibersihkan.
Keempat, berwudhu seperti wudhu untuk sholat.
Kelima, mengguyur kepala dan seluruh tubuh dengan air, memastikan air merata ke kulit dan rambut.
Keenam, mendahulukan bagian kanan tubuh, lalu bagian kiri, sambil memastikan tidak ada bagian tubuh yang terlewat.
Inti mandi adalah meratakan air ke seluruh tubuh dengan niat. Namun, menjaga adab dan urutan yang baik membuat mandi sunnah terasa lebih sempurna sebagai persiapan lahir dan batin menuju sholat Idul Adha.
Sunnah-Sunnah Sebelum dan Saat Idul Adha
Ada beberapa amalan yang dianjurkan sebelum dan saat Idul Adha. BAZNAS menyebut beberapa sunnah, seperti mandi sebelum berangkat sholat, memakai pakaian terbaik, menggunakan wewangian, berjalan kaki menuju tempat sholat bila memungkinkan, memperbanyak takbir, tidak makan sebelum sholat Idul Adha, dan melewati jalan berbeda ketika berangkat dan pulang (BAZNAS, 2026a).
Anjuran tidak makan sebelum sholat Idul Adha memiliki hikmah tersendiri. Berbeda dari Idul Fitri yang disunnahkan makan sebelum sholat, pada Idul Adha sebagian ulama menganjurkan menunda makan agar makan pertama pada hari itu berasal dari daging kurban, bila memungkinkan.
Namun, bila seseorang memiliki kebutuhan kesehatan tertentu, seperti sakit lambung, diabetes, atau harus minum obat, ia tetap perlu menjaga kondisi tubuhnya. Ibadah tidak seharusnya membuat seseorang membahayakan diri.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Sholat Idul Adha
Ada beberapa kesalahan praktis yang sering terjadi.
Pertama, datang terlambat sehingga tertinggal takbir tambahan. Bila tertinggal, ikuti imam sesuai posisi yang didapati.
Kedua, mengira khutbah dilakukan sebelum sholat. Dalam sholat Id, khutbah dilakukan setelah sholat.
Ketiga, langsung pulang setelah salam. Padahal, mendengarkan khutbah sangat dianjurkan bila sholat dilakukan berjamaah.
Keempat, bingung jumlah takbir. Cara mudah mengingatnya: rakaat pertama tujuh takbir tambahan, rakaat kedua lima takbir tambahan.
Kelima, terlalu fokus pada lafazh niat sampai lupa bahwa niat utama tempatnya di hati. Lafazh niat membantu, tetapi inti niat tetap kesengajaan hati untuk melaksanakan sholat Idul Adha karena Allah.
Idul Adha dan Kurban, Jangan Lupa Dimensi Sosialnya
Setelah sholat Idul Adha, umat Islam yang mampu melaksanakan ibadah kurban. BAZNAS menjelaskan bahwa kurban dilaksanakan pada 10 Dzulhijjah dan hari-hari tasyrik, yaitu 11, 12, dan 13 Dzulhijjah (BAZNAS, 2026b).

Dimensi sosial kurban sangat kuat. Daging kurban dibagikan agar lebih banyak orang merasakan kebahagiaan hari raya. Dengan begitu, Idul Adha bukan hanya ibadah personal, tetapi juga ibadah sosial. Ia mengajarkan bahwa kedekatan kepada Allah seharusnya melahirkan kepedulian kepada manusia.
Inilah pesan besar Idul Adha: ibadah yang benar tidak membuat seseorang semakin jauh dari sesama. Justru sebaliknya, ibadah membuat hati lebih lembut, tangan lebih ringan berbagi, dan hidup lebih bermanfaat.
Idul Adha adalah hari raya yang penuh makna. Di dalamnya ada sholat Idul Adha, mandi sunnah, takbir, khutbah, kurban, dan pelajaran tentang ketakwaan.
Niat sholat Idul Adha dilakukan di dalam hati dan boleh dilafalkan untuk membantu memantapkan niat. Sholat Idul Adha terdiri dari dua rakaat, dengan tujuh takbir tambahan pada rakaat pertama dan lima takbir tambahan pada rakaat kedua. Setelah sholat, jamaah dianjurkan mendengarkan khutbah.
Niat mandi Idul Adha juga penting diketahui karena mandi sunnah sebelum sholat Id termasuk amalan yang dianjurkan. Waktunya dimulai sejak tengah malam tanggal 10 Dzulhijjah, dan yang utama dilakukan setelah Subuh.
Pada akhirnya, Idul Adha mengajarkan bahwa ibadah tidak hanya tampak dalam gerakan sholat atau penyembelihan hewan kurban, tetapi juga dalam keikhlasan hati, ketundukan kepada Allah, dan kepedulian kepada sesama.
Jadikan Idul Adha bukan hanya hari raya tahunan, tetapi momentum memperbaiki niat, memperkuat ibadah, dan melatih diri untuk lebih ikhlas serta lebih peduli.
Referensi
- BAZNAS. (2026a, April 27). Tata cara dan niat shalat Idul Adha. https://baznas.go.id/artikel-show/Tata-Cara-dan-Niat-Shalat-Idul-Adha/2378
- BAZNAS. (2026b, April 27). Panduan lengkap ibadah kurban: Syarat, waktu, dan tata cara yang benar. https://baznas.go.id/artikel-show/Panduan-Lengkap-Ibadah-Kurban%3A-Syarat%2C-Waktu%2C-dan-Tata-Cara-yang-Benar/2376
- Kementerian Agama Kepulauan Riau. (2021, July 16). Bimas Islam Kemenag Anambas terbitkan tehnis tata cara shalat Idhul Adha 1442 H. https://kepri.kemenag.go.id/page/det/bimas-islam-kemenag-anambas-terbitkan-tehnis-tata-cara-shalat-idhul-adha-1442-h
- Majelis Ulama Indonesia. (n.d.). Niat shalat Idul Adha dan tata caranya. Retrieved May 19, 2026, from https://mirror.mui.or.id/tanya-jawab-keislaman/ibadah/54507/niat-shalat-idul-adha-dan-tata-caranya/
- NU Online. (2023). Niat dan waktu mandi Hari Raya Idul Adha. https://islam.nu.or.id/syariah/niat-dan-waktu-mandi-hari-raya-idul-adha-tU5xH
- NU Online. (2024). Tafsir Surat Al-Hajj ayat 37: Menyingkap rahasia kurban. https://islam.nu.or.id/tafsir/tafsir-surat-al-hajj-ayat-37-menyingkap-rahasia-kurban-6GgME
- NU Online. (2025a, June 4). Khutbah Idul Adha: Mencari keteladanan Nabi Ibrahim dan Ismail dalam diri manusia. https://islam.nu.or.id/khutbah/khutbah-idul-adha-mencari-keteladanan-nabi-ibrahim-dan-ismail-dalam-diri-manusia-CbKVn
- NU Online. (2025b, June 4). Panduan shalat Idul Adha: Dari niat, bacaan di antara takbir, hingga salam. https://nu.or.id/nasional/panduan-shalat-idul-adha-dari-niat-bacaan-di-antara-takbir-hingga-salam-cyAgb





